Prodi MPI FTK UIN Raden Intan Lampung Resmi Miliki Kepemimpinan Baru, Awali Transformasi Digital Administrasi Akademik
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung, resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Jabatan Ketua Program Studi yang sebelumnya diemban oleh Dr. Yetri, M.Pd., kini beralih kepada Dr. Ali Murtadho, M.S.I. Sementara itu, posisi Sekretaris Program Studi yang sebelumnya dijabat oleh Dr. Riyuzen Praja Tuala, M.Pd., kini dilanjutkan oleh Sartika Putri Fauziana, M.Pd. Pergantian kepemimpinan ini ditandai dengan pelantikan resmi yang dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026.
Sebagai langkah awal kepemimpinan baru, Kaprodi dan Sekprodi MPI menggelar rapat perdana pada Rabu, 15 April 2026. Rapat tersebut membahas agenda strategis berupa pembagian job description (jobdesc) serta penguatan sistem digitalisasi administrasi akademik di lingkungan prodi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola program studi yang lebih sistematis, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam rapat tersebut, pembagian penanggung jawab (PJ) layanan akademik disusun secara terstruktur, meliputi: Tes BTQ (Iqbal, M.M.), Pengajuan Judul (Sela Kholidiani, M.Pd.), Admin Sigastra (Prima Aji Putra, M.Pd.), Ujian Seminar Proposal/Sempro (Muh. Nur Islam Nurdin, M.Pd.), Ujian Komprehensif (Sela Kholidiani, M.Pd.), Ujian Munaqosyah (Ilhami, M.Pd.), Pengajuan PISN (Muhammad Nabhan Fajruddin, M.Pd.), Penyebaran Skripsi (Devin Cumbuan Putri, M.Pd.), pengelolaan SIAKAD dan SIARIL (Meyronita Firja MKS, M.Pd.), Neofeeder (Muhammad Nabhan Fajruddin, M.Pd.), distribusi jadwal kuliah (Prima Aji Putra, M.Pd.), serta pengelolaan website prodi (Muhammad Nabhan Fajruddin, M.Pd.).
Kaprodi menegaskan bahwa transformasi digital menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan akademik. Bentuk transformasi yang mulai diterapkan di Prodi MPI diwujudkan melalui penggunaan platform berbasis Google Forms dalam berbagai layanan administrasi, yang kemudian diikuti dengan proses validasi secara langsung oleh pihak prodi. Sistem ini diharapkan mampu memberikan kemudahan akses bagi mahasiswa, meningkatkan transparansi, serta mempercepat alur layanan akademik.
Selain itu, digitalisasi administrasi dinilai mampu meminimalisir potensi kecurangan dalam proses administrasi mahasiswa sekaligus meningkatkan ketertiban pengelolaan data akademik. Dari sisi pengelola, sistem ini juga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi kerja, karena proses yang sebelumnya dilakukan secara konvensional kini dapat dikelola secara lebih terintegrasi, efektif, dan akuntabel.
Dengan semangat kepemimpinan baru, Prodi MPI optimis dapat terus berinovasi dan bertransformasi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Dukungan seluruh sivitas akademika menjadi kunci dalam mewujudkan program studi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.