Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Jalani Pekerjaan Paruh Waktu sebagai Pengajar TPQ
Penulis: Oki Dermawan
Bandar Lampung — Tribuana Permata Widi, atau yang akrab disapa Tata, mahasiswa semester 3 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, memanfaatkan waktu luangnya dengan kegiatan produktif sebagai pengajar di TPQ Griya Rabbani Bintara 2, Bandar Lampung.
Tata merupakan salah satu mahasiswa yang tidak hanya fokus pada studi akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan pendidikan keagamaan masyarakat. Ia mengajar di TPQ Rabbani Bintara 2, sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an yang berperan penting dalam pembinaan generasi muda Islami di wilayah tersebut.
Kegiatan mengajar dilakukan setiap sore hari, tepatnya pukul 15.30 hingga 17.30 WIB, setelah perkuliahan di kampus selesai. Dalam waktu dua jam tersebut, Tata mengajarkan dasar-dasar membaca Al-Qur’an kepada anak-anak, termasuk tajwid dan hafalan surat pendek.
Bagi Tata, kegiatan mengajar tidak sekadar pekerjaan paruh waktu, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran diri dan pengabdian sosial. “Selain bisa membantu biaya kuliah, saya juga bisa menambah ilmu dan mencari pahala,” ungkap Tata saat diwawancarai dalam rangka tugas mata kuliah Manajemen Lembaga Pendidikan Islam.
Kegiatan yang dilakukan Tata merupakan bagian dari implementasi tugas pada mata kuliah tersebut yang mendorong mahasiswa untuk terjun langsung dalam pengelolaan lembaga pendidikan nonformal. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan memahami dinamika manajerial lembaga pendidikan Islam di masyarakat sekaligus menumbuhkan karakter tangguh, mandiri, dan berjiwa sosial.
Pendapatan dari kegiatan ini mencapai Rp250.000 per bulan, dengan tambahan fasilitas berupa motor pinjaman dari pihak TPQ untuk menunjang mobilitasnya. Meski nominalnya tidak besar, hasil tersebut cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan turut berkontribusi dalam pembayaran biaya UKT.
Melalui kegiatan ini, Tata merasakan manfaat ganda, baik dari sisi ekonomi maupun pengembangan kompetensi diri. Ia menyampaikan niat untuk tetap melanjutkan kegiatan mengajar setelah lulus kuliah, sambil berharap dapat mengembangkan aktivitas lain yang lebih luas di bidang pendidikan Islam. “Kalau bisa, setelah lulus saya ingin tetap lanjut mengajar, tapi mungkin ditambah dengan kegiatan lain yang bisa mengembangkan diri,” ujarnya menutup wawancara.
Kisah Tata menjadi contoh nyata mahasiswa UIN Raden Intan Lampung yang berdaya, berakhlak, dan berkontribusi bagi masyarakat. Semangatnya diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya sambil menebar manfaat.