Dari Ruang Kelas ke PMI: Dosen MPI UIN RIL Jadikan Donor Darah sebagai Tugas Mahasiswa
Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Raden Intan Lampung terus menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi melalui kegiatan donor darah yang kini menjadi bagian dari tugas perkuliahan. Kegiatan ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan diikuti oleh mahasiswa semester tiga dari empat kelas pada mata kuliah Manajemen Lembaga Pendidikan Islam serta Manajemen Sarana Pembelajaran.
Inisiatif ini berawal dari dorongan dosen pengampu yang juga merupakan relawan donor darah aktif dan telah melakukan donor sebanyak 96 kali sejak masih menempuh pendidikan S1. Terinspirasi oleh pengalaman pribadi tersebut, mahasiswa diajak untuk ikut berpartisipasi menjadi relawan donor darah, tentunya dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan berat badan yang mencukupi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa biasanya datang ke kantor PMI secara berkelompok untuk saling menguatkan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali mendonorkan darah. Kebersamaan dan semangat mahasiswa ini menarik perhatian petugas medis PMI. Ketika mengetahui bahwa mereka datang atas inisiatif tugas perkuliahan, pihak PMI memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan positif tersebut.
Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan donor darah ini juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan mendonorkan darah secara rutin, tubuh akan melakukan regenerasi sel darah baru sehingga peredaran darah menjadi lebih lancar. Proses ini turut membantu menjaga kesehatan jantung, menstabilkan kadar zat besi, serta mendeteksi kondisi kesehatan secara berkala melalui pemeriksaan darah sebelum donor dilakukan.
Lebih dari itu, manfaat terbesar dari kegiatan ini adalah bagi mereka yang membutuhkan darah. Stok darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan banyak nyawa — mulai dari pasien kecelakaan, ibu melahirkan, hingga pasien yang menjalani operasi besar. Hingga kini, kebutuhan darah belum dapat digantikan oleh teknologi apa pun, sehingga setiap kantong darah yang didonorkan memiliki arti yang sangat berharga.
Sejak kegiatan ini berjalan, hubungan baik antara pihak kampus dan PMI terus terjalin. PMI bahkan beberapa kali mengundang dosen pengampu untuk hadir dalam berbagai kegiatan seperti peresmian gedung baru, penarikan hadiah tahunan, dan acara buka bersama, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dalam menumbuhkan semangat kemanusiaan di lingkungan akademik.
Menurut pimpinan PMI Lampung, Ibu Sri Berdikarina, langkah yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa MPI UIN Raden Intan Lampung merupakan contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan gerakan sosial. Ia menyebut bahwa belum banyak perguruan tinggi yang menjadikan kegiatan donor darah sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan karakter mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses belajar di kampus tidak hanya menekankan aspek teori dan nilai akademik, tetapi juga menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta tanggung jawab kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang tergerak menjadi relawan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tetes darah yang disumbangkan adalah bentuk nyata kontribusi bagi sesama.

